Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dari "Duit" Receh Hingga Puluhan Miliar Rupiah, Pungli Batubara di Jambi Dikeluhkan Para Sopir

Pemayung.id -- Aktifitas Pungutan Liar (Pungli) terhadap mobil angkutan batubara masih terus terjadi hingga saat ini. Hal ini diakui Madi, seorang sopir batubara warga Sarolangun. 

Diceritakan Madi, sebagai seorang sopir mobil angkutan batubara dirinya bertanya kepada Aparat Penegak Hukum (APH) dan instansi pemerintah terkait yang belum bisa menertibkan aktifitas pungli di jalan raya. 

"Ada sejumlah titik la mas yang meminta uang saat kami melintas di jalan raya siang maupun malam hari, nah kami minta tolong la yang macam ini (pungli,red) ditertibkan. Saro la kami pak,"" ungkap Madi, saat ditemui di jalan kawasan Kecamatan Alam Barajo Kota Jambi 

Adapun aktifitas pungli yang saat ini terus terjadi, beber Madi, yakni di kawasan Simpang Merangin hingga ke simpang 3 Tembesi. 

"Nominal nyo memang kecik paling sekitar dua ribu rupiah lah, sekali jalan habislah sekitar duo puluh ribuan bang. Yo lumayan la bang duit itu kan biso buat makan kami di jalan aturan," ujarnya. 

Sepertinya aktifitas pungli dalam pertambangan batubara di Jambi ini telah menyita perhatian publik. Bahkan telah menjadi pantauan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. 

Bahkan Ketua DPRD Provinsi Jambi, Edi Purwanto langsung memberikan tanggapan terkait dengan peringatan yang diberikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap aktivitas tambang batubara yang beroperasi di Provinsi Jambi. 

KPK memberikan peringatan adanya indikasi pungutan liar yang mencapai Rp150 miliar per tahunnya. Hal itu diungkap berdasarkan penyelidikan risiko korupsi di tambang angkutan batubara yang dilakukan oleh KPK.

"Iya kalau ada terkait dengan pungutan liar atau lainnya itu ranahnya ada di APH (Aparat Penegak Hukum)," ujarnya.

Disisi lain, Edi Purwanto mengingatkan kepada seluruh pihak untuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang melanggar hukum. 

Edi Purwanto juga mendorong untuk dilakukan penataan tata pengelolaan tambang batubara di Provinsi Jambi sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Tentu saya berharap ini (Pungli) jangan terjadi. Semuanya harus fair, harus clear jauh dari hal-hal yang memang bisa mendorong money politik dan perbuatan melawan hukum," pungkasnya.

Posting Komentar untuk "Dari "Duit" Receh Hingga Puluhan Miliar Rupiah, Pungli Batubara di Jambi Dikeluhkan Para Sopir"