Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apapun Aktifitas ATJ Dilarang di Desa Muara Kumpeh, Berikut Tuntutan Warga yang Harus Dipenuhi

 



Pemayung.id -- Kericuhan di Simpang Sejinjang, Kota Jambi antara anggota ATJ dengan warga Kumpeh Kabupaten Muaro Jambi beberapa lalu yang berdampak pemblokiran jalan akhirnya telah dibuka kembali oleh warga setempat. 


Pemblokiran jalan di buka setelah bermediasi langsung bersama Penjabat Bupati Muaro Jambi dan Aparat Penegak Hukum, pada Jumat malam (20/10/2023). 


Berdasarkan data yang didapat media ini, terdapat beberapa poin permintaan warga Kumpeh yang disampaikan melalui surat resmi pada 20 Oktober 2023 dari Persatuan Pemuda Pemudi dan Remaja Mesjid Karang Taruna 'Putri Ayu' Desa Muara Kumpeh Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muaro Jambi. 



Adapun poin tersebut diantaranya : 


1. Pihak ATJ harus menghadirkan yang bersangkutan terkait tindak pidana kekerasan (pemukulan) terhadap pemuda Desa Muara Kumpeh dan menyatakan permintaan maaf serta klarifikasi secara terbuka. 


2. Kami atas nama masyarakat dan seluruh pemuda Desa Muara Kumpeh MENOLAK PENUH untuk kegiatan dan apapun bentuk aktifitas Anggota Asosiasi Transportir Jambi (ATJ) di seputaran wilayah Desa Muara Kumpeh, untuk transportasi yang beroperasi ke arah Talang Duku tidak ada lagi yang mengatasnamakan sticker dan atribut Asosiasi Transportir Jambi (ATJ). 


3. Jika poin 1 dan poin 2 bisa dipenuhi, maka kami bersedia berdamai dengan pihak Asosiasi Transportir Jambi (ATJ) secara ADAT, yakni pihak Asosiasi Transportir Jambi (ATJ) bersedia membayar 1 (satu) ekor Kerbau Dewasa kepada Desa Muara Kumpeh. 


Belum ada keterangan resmi dari Ketua Asosiasi Transportir Jambi (ATJ) terkait benar tidaknya tuntutan warga Desa Muara Kumpeh yang tersebar di grup WAG tersebut. 


Diketahui sebelumnya, Ketua ATJ Karyadi saat dikonfirmasi menyebutkan bahwa permasalahan ATJ dengan warga Kumpeh sudah selesai pada saat dilakukan mediasi beberapa waktu lalu. 


"Permasalahan kami ATJ dengan warga Kumpeh sudah selesai. Apa tuntutan warga sudah kami penuhi. Nah tapi kalau oknum yang mengatasnamakan warga Kumpeh ini menuntut permintaan maaf secara resmi atau pribadi oleh anggota ATJ Havis Alatas, itu bukan urusan ATJ lagi," ungkap Karyadi, Jumat pagi (20/10/2023). 


Bahkan Karyadi menyarankan permasalahan ini dibawah ke rana hukum, "Silahkan saja oknum warga Kumpeh ini membawa permasalahan ke ranah hukum. Inikan negara hukum, karena ini masalah pribadi bukan lagi masalah ATJ. Karena antara ATJ dan warga Kumpeh sudah selesai," tegas Karyadi. 


(Redaksi)

Posting Komentar untuk " Apapun Aktifitas ATJ Dilarang di Desa Muara Kumpeh, Berikut Tuntutan Warga yang Harus Dipenuhi"