Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

"ATJ" Vs DPRD Provinsi Jambi, Karyadi : Itu Dewan Ada Kepentingan Karena Pemain Batu Bara




Pemayung.id -- Ketua Asosiasi Transportir Jambi (ATJ), Karyadi membantah pernyataan Dewan Provinsi Jambi yang menyebutkan bahwa ATJ telah melakukan pungutan liar terhadap pelaku usaha dan sopir angkutan mobil batu bara di Jambi. 


"Apa yang disampaikan oleh dewan Provinsi Jambi tersebut tidak benar adanya, apalagi menyebutkan bahwa ATJ tidak memiliki Legalitas resmi. Ini peryataan tidak benar. Boleh kok tanyakan sama para ahli-ahli apakah kegiatan kita ini melanggar aturan atau tidak," tegas Karyadi, kepada media ini, Senin malam (09/10/2023). 


Dengan lantang, Karyadi juga menyebutkan bahwa dirinya siap menunjukkan semua dokumen dokumen resmi milik ATJ (Dokumen dari Notaris, red). 


"Ada kok legalitas kita atau Akta Notaris nya untuk ATJ ini. Dan kami tau siapa dewannya yang juga main batu bara," ucapnya. 


Nah, siapakah nama dewan Provinsi Jambi yang disebut Ketua ATJ sebagai pemain batu bara tersebut? Karyadie pun mengarah ke satu nama yakni Anggota DPRD Provinsi Jambi Fraksi NasDem, Sapuan Ansori. 


Diceritakan Karyadi, oknum anggota DPRD Provinsi Jambi yang dimaksud (Sapuan Ansori, red) telah beberapa kali membuat gaduh. Bahkan sempat kisruh dengan anggota ATJ. 


"Ya dia punya kepentingan yang jelas, karena diakan pemain batu bara. Sempat ribut dengan anggota kito saat lagi di Hotel Yellow, hampir betinju kalau dak direlai. Seharusnya dio senang dengan adonyo ATJ, karena batu bara dio lancar," papar Karyadi. 


Diketahui, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi meminta kepada Gubernur Jambi, Al Haris agar melakukan kajian atas dugaan pungutan liar yang dilakukan Asosiasi Transportir Jambi (ATJ) terhadap sopir angkutan mobil batu bara di Jambi. 


Permintaan tersebut disampaikan oleh dewan kepada Gubernur Jambi Al Haris dalam rapat Paripurna DPRD di gedung dewan pada Senin malam tadi (09/10/2023). 


"Badan Anggaran DPRD Provinsi Jambi meminta kepada Saudara Gubernur Jambi, TAPD serta perangkat daerah terkait untuk melakukan pengkajian serta sungguh sungguh terhadap permasalahan pungutan yang dilakukan Asosiasi Transportir Jambi (ATJ) terhadap pelaku usaha atau sopir angkutan batu bara di Provinsi Jambi," cetus Dewan dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jambi, Senin malam (09/10/2023). 


Pungutan yang dilakukan ATJ tersebut dianggap dewan sebagai pungutan liar (Pungli) dikarenakan tidak ada dasar hukum atau aturan yang berlaku dalam mengaturnya (Pungutan kepada para sopir angkutan batu bara, red). 


"Hal tersebut sejalan dengan peringatan dari lembaga anti rasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI terhadap aktivitas tersebut yang dikategorikan sebagai bentuk pungutan liar dan terindikasi masuk ke dalam tindak pidana korupsi," tutur dewan. 


(Redaksi)

Posting Komentar untuk ""ATJ" Vs DPRD Provinsi Jambi, Karyadi : Itu Dewan Ada Kepentingan Karena Pemain Batu Bara"