Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

BPJN IV Seakan Tak Perduli, Proyek Jalan Inpres di Jambi Rp 77 M Belum Ada Progres

 




Pemayung.id -- Di tengah bentangan rimbunnya Jambi, sebuah provinsi yang menjadi saksi bisu pertumbuhan ekonomi melalui hasil-hasil perkebunannya, ditemui pula jalan-jalan yang terlantar.


Membumbung di telinga masyarakat adanya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 tahun 2023. Itu menjadi sebuah harapan baru bagi Jambi untuk memiliki jalan yang lebih layak.



Presiden Joko Widodo, atau yang akrab disapa Jokowi, pada Maret 2023, menggulirkan Inpres bertajuk “Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah”.

Instruksi ini dirancang khusus untuk memperbaiki jalan-jalan non nasional yang rusak dan memperkuat jalan daerah dengan bantuan APBN. Di Jambi sendiri, tiga ruas jalan menjadi sasaran utama proyek besar ini.



Namun, seperti halnya sebuah kisah dengan plot twist, tim Jambi Link (afiliasi Berita Satu) menemukan dua dari tiga proyek tersebut, yakni di Mendahara dan Kampung Laut, berada dalam keadaan yang mengenaskan.



Ironisnya, meski telah dianggarkan dengan jumlah fantastis dan ditenderkan–Total Rp 77 M untuk dua ruas jalan–, progres pembangunannya hingga saat ini nihil.



PT Bima Arjuna Prakasa, yang memenangkan tender untuk proyek Jalan Parit Selamat-Kuala Mendahara dengan nilai Rp 42 Milyar, serta PT Tarum Jaya Mandiri, pemenang tender Jalan Tugu PMD-Jalan Poros Kuala Jambi dengan nilai Rp 35 Milyar, saat ini masih belum menunjukkan tanda-tanda pekerjaan di lapangan.



Presiden Jokowi, dalam kunjungannya ke Jambi beberapa waktu lalu, meninjau langsung kondisi ruas jalan yang rusak. Ia menyebutkan bahwa dari total 10 ribu km jalan kabupaten/kota di Jambi, hampir separuhnya, atau sekitar 4.600 km, berada dalam kondisi rusak.



Bahkan, ia menegaskan bahwa jalan-jalan tersebut masuk kategori rusak parah, berdasarkan data dari Kementerian PUPR.



Namun, apa jadinya jika instruksi presiden yang hadir sebagai harapan baru bagi masyarakat Jambi, berujung pada kegagalan implementasi di lapangan?



Harapan masyarakat untuk mendapatkan akses jalan yang lebih baik, kini terhenti dan berubah menjadi ketidakpastian. Mereka menanti janji perbaikan jalan yang menjadi urat nadi logistik dan produksi, namun kenyataannya, progres yang diharapkan belum juga muncul.



Presiden Jokowi sendiri mengklaim telah memiliki data kerusakan dari ruas jalan tersebut, salah satunya berasal dari aduan masyarakat. Namun, tampaknya ada sejumlah kendala yang membuat perbaikan jalan menjadi terhambat. Kini, masyarakat hanya bisa berharap dan menunggu realisasi janji tersebut menjadi kenyataan.



Azwar Edi, Kasatker BPJN IV saat dikonfirmasi via Whatsapp belum merespon. Tim berusaha mengonfirmasi BPJN IV di kantornya kawasan Pasir Putih, tak jauh dari Bandara. Seorang pria berbadan tegap, mengaku tim pengaman mengatakan Kepala Balai sedang berada di luar. Belum bisa dikonfirmasi.



Tim masih berupaya meminta klarifikasi dari BPJN IV ihwal masalah proyek Inpres, yang belum ada progresnya itu. Mengingat batas waktu pengerjaan hanya tinggal 1-2 bulan saja.



Sumber: Jambilink.com



Posting Komentar untuk "BPJN IV Seakan Tak Perduli, Proyek Jalan Inpres di Jambi Rp 77 M Belum Ada Progres"