Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Keluhkan Pembangunan Jalan Tol, Warga Mestong: Makan Debu Siang Malam Kami Bisa Mati





Pemayung.id - Mempercepat pembangunan infrastruktur merupakan misi pemerintah pusat dan daerah, namun apa yang terjadi jika niatan tersebut malah mengorbankan masyarakat. Nah, itulah yang terjadi dengan warga Dusun Plangki, Desa Sungai Landai Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi. 


Pembangunan jalan tol Betung-Tempino menyebabkan permukiman warga sekitar dipenuhi dengan debu jalan yang berterbangan dari lalu lalangnya kendaraan pengangkut bahan material untuk pembangunan tol. 


Diceritakan warga Plangki, banyaknya kendaraan mobil pengangkut bahan material pembangunan tol yang melintas sejak pagi hingga malam hari membuat rumah warga dipenuhi debu jalanan. 


"Sejak pembangunan tol ini, kami warga merasa tidak nyaman. Selain banyak mobil besar (truk tronton, red) yang melintas tidak kenal waktu sehingga mengganggu aktivitas kami untuk mengantarkan anak ke sekolah, debu debu juga berterbangan hingga masuk ke dalam kamar tidur kami," ucap Roliah, warga Plangki. 


Tak hanya itu, ia juga takut dengan banyaknya debu bisa mengakibatkan anak anak mereka menjadi sesak nafas dan batuk akibat debu. 


"Kami takut nian anak anak kami batuk dan sakit karena menghirup debu. Karena hampir semua rumah warga disini jarak dari jalan hanya beberapa meter saja. Apalagi mobil sejak pukul 07.00 Wib pagi hingga tengah malam melintas. Tak ada waktu lagi untuk kami bernafas lega bebas dari debu. Kapan be kami mati dibuatnyo," ungkapnya. 


Pantauan media ini dilapangan, terlihat kompoi mobil truk tronton yang mengangkut material untuk pembangunan jalan tol melintas ditengah pemukiman penduduk sekitar. Kompoi kendaraan tersebut membuat debu debu beterbangan kerumah warga yang beranda di kanan kiri jalan. 


Terlihat juga, mobil tank air penyiram jalan tidak sesuai dengan banyak jumlah mobil yang melintas. Sehingga penyiraman jalan tidak maksimal. 


Lebih lanjut diharapkan adanya perhatian pemerintah dari dampak yang ditimbulkan oleh pembangunan jalan tol Betung - Tempino. 


(Redaksi)

Posting Komentar untuk " Keluhkan Pembangunan Jalan Tol, Warga Mestong: Makan Debu Siang Malam Kami Bisa Mati"