Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tak Ada Kesepakatan Saat Mediasi, Mobil Angkutan Batu Bara Dilarang Melintas Desa Muara Kumpeh




Pemayung.id -- Asosiasi Transportir Jambi (ATJ) nyaris bentrok dengan sejumlah pemuda yang mengatasnamakan warga Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi di Simpang Sijenjang Kota Jambi, pada Selasa malam tadi (18/10/2023). 


Kejadian tersebut sempat viral di media sosial, dalam video yang tersebar WAG berdurasi 22 detik, tampak anggota ATJ bersih tegang dengan sejumlah pemuda yang mengatasnamakan warga Kumpeh. Nyaris terjadi baku hantam. 


Pada keributan tersebut tampak tidak ada aparat kepolisian dan instansi terkait seperti Dinas Perhubungan Provinsi Jambi selaku penanggungjawab lalu lintas di jalan raya. Nah, yang jadi pertanyaan kemanakah petugas pemerintah setiap kali terjadi kisruh dilapangan terkait batu bara,?? Benarkah pemerintah telah menyerahkan sepenuhnya urusan lalulintas angkutan batu bara kepada ATJ? 


Sementara saat dikonfirmasi Ketua ATJ, Karyadi membenarkan telah terjadi keributan anggotanya dengan sejumlah pemuda yang mengatasnamakan warga Kumpeh malam tadi. 


Dikatakan Karyadi, penyebab terjadinya cek cok tersebut berawal saat terjadinya pemblokiran jalan yang dilakukan warga Kumpeh di Simpang Sejinjang. Yang sebelumnya jalan diblokir di simpang Kumpeh. 


"Sebelumnya pemblokiran jalan ini dilakukan di simpang Kumpeh, ini gara gara katanya ada seorang yang diserempet mobil angkutan batu bara. Tapi tidak ada melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian," kata Karyadi, Rabu (18/10/2023). 


Seharusnya, kata Karyadi, pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut (lakalantas angkutan batu bara, red) ke polisi. Hal ini agar pihak ATJ bisa menyelesaikan masalah dengan pihak keluarga korban. 


"Nah, inikan tidak ada laporan. Ini berawal dari Emi mantan anggota dewan. Emi ini juga pemain DO Batu Bara. Dan Emi ini mengaku ada keluarganya yang diserempet angkutan batu bara, tapi tidak ada bukti yang jelas benarkah mobil angkutan batu bara atau tidak yang menyerempet," ungkap Karyadi, berdalih Mantan Anggota Dewan Emi penyebab keributan. 


Karyadi juga sangat menyayangkan telah terjadi pemblokiran jalan di Simpang Sijenjang Kota Jambi tersebut. Padahal kata dia, kejadian lakalantas di Sijenjang mengapa di blokir di Kota Jambi. 


"Kami ATJ sangat menyayangkan kejadian semalam, tapi alhamdulillah pihak kepala desa Kumpeh faham siapa benar siapa salah," tukasnya. 


Berdasarkan data yang didapat media ini, telah dilakukan mediasi antara kedua belah pihak yang dihadiri langsung oleh Danramil 415-06/Pijoan Kapten Inf Yulian Timor, Kapolsek Kumpeh Ulu Iptu Okto W. Saragih, S.Pd., M.H., Kasat Intelkam Polres Muaro Jambi Iptu Mulyadi, Camat Kumpeh Ulu Bpk. Sobri, S.E., Kades Muara Kumpeh Hafizi, Perwakilan keluarga korban Sdr. Toni dan Emi, serta perwakilan warga Desa Muara Kumpeh Roni. 


Dalam mediasi itupun tidak tercapai kesepakan, namun ada penyampaian secara lisan dari salah seorang pemuda bahwa aksi sweeping dan pelarangan melintasnya armada angkutan batu bara di Desa Muara Kumpeh diberlakukan pada hari Selasa 17 Oktober 2023 s.d Rabu 18 Oktober 2023, pukul 18.00 WIB s.d 06.00 WIB.


Sebelumnya, pada hari Selasa, 17 Oktober 2023 sekira pukul 21.10 WIB s.d 02.00 WIB bertempat di Jln. Lintas Jambi-Talang Duku RT. 09 Desa Muaro Kumpeh Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muaro Jambi dilaksanakan monitoring aksi Sweeping oleh Masyarakat Desa Muara Kumpeh terhadap armada angkutan batu bara yang terlibat laka lalin (tabrak lari) antara armada angkutan batu bara dengan pengendara sepeda motor Yamaha Mio M3 Nopol BH 2644 ZG dengan korban warga Desa Kemingking Dalam Kecamatan Taman Rajo Kabupaten Muaro Jambi. 


Pasca kejadian itupun disampaikan bahwa agar angkutan batu bara tidak melintas di jalan Desa Muara Kumpeh Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muaro Jambi menuju pelabuhan Talang Duku.


Yang kedua, warga meminta kepada pihak pengusaha batu bara untuk bertanggung jawab dan meyerahkan kendaraan armada batu bara yang diduga pelaku tabrak lari kepada pengurus Asosiasi Bersama Pengemudi Angkutan Batu Bara (BPABB).


Adapun kronologis kejadian laka lalin antara armada angkutan batu bara dengan pengendara sepeda motor Yamaha Mio M3 Nopol BH 2644 ZG, yakni;


1. Menurut keterangan saksi-saksi dan hasil Olah TKP di tempat kejadian oleh Satlantas Polres Muaro Jambi, bahwa pada hari Senin, 16 Oktober 2023 sekira pukul 23.30 WIB di RT. 09 Desa Muara Kumpeh Kec. Kumpeh Ulu Kab. Muaro Jambi terjadi kecelakaan, yang bermula pada saat pengendara sepeda motor Yamaha Mio M3 Nopol BH 2644 ZG yang berjalan dari arah Kota Jambi menuju Desa Muaro Kumpeh.


2. Sesampainya di TKP korban atas nama Nofriandi pengendara sepeda motor Yamaha Mio M3 BH 2644 ZG terjatuh, diduga tersenggol armada angkutan batu bara jenis truck (identitas sopir dan kendaraan tidak diketahui) dari arah Talang Duku menuju Simpang Sijenjang Kota Jambi.


3. Sekira pukul 23.45 WIB korban atas nama Nofriandi dengan kondisi luka-luka dievakuasi ke RSU Raden Mattaher Kota Jambi guna memperoleh tindakan medis.


4. Data korban laka lalin, sebagai berikut:


Nama               : Nofriandi

Umur                : 25 Tahun

Jenis kelamin : Laki-Laki

Agama             : Islam

Pekerjaan        : Swasta

Alamat             : Desa Kemingking Dalam Kec. Taman Rajo Kab. Muaro Jambi

Keterangan     : Bahwa korban atas nama Nofriadi menjalani perawatan medis di RSU Raden Mattaher Kota Jambi.


(Redaksi)

Posting Komentar untuk " Tak Ada Kesepakatan Saat Mediasi, Mobil Angkutan Batu Bara Dilarang Melintas Desa Muara Kumpeh"