Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Untuk Kepentingan Pabrik, PT Djambi Waras Jujuhan Akui Dengan Sengaja Alihkan Sungai Tukum

 


Pemayung.id -- PT Djambi Waras Jujuhan yang berada di Kabupaten Bungo, Jambi mengakui bahwa dengan sengaja telah melakukan pengalihan Sungai Tukum sebelum terbit izin.


Hal itu terungkap saat Tim DLH Provinsi Jambi dan DLH Kabupaten Bungo melakukan Verifikasi lapangan ke lokasi pada Rabu (04/10/2023) kemarin.


Direktur PT Djambi Waras Jujuhan, Nursa Dono, kepada tim DLH mengaku telah mengalihkan aliran sungai Tukum pada tahun 2010 lalu. Kemudian, pada tahun 2014 pihaknya baru melakukan pengajuan izin ke Kementerian PUPR.


Namun dalam hasil verifikasi lapangan, pihak PT Djambi Waras Jujuhan berdalih bahwa pengalihan sungai yang dilakukannya merupakan permintaan dari masyarakat untuk memperoleh akses jalan agar mempermudah mengangkut hasil pertanian.


"Kami melakukan pengalihan sungai Tukum karena permintaan masyarakat," ungkap Nursa Dono, kepada media ini. 


Saat kembali ditanya apakah benar untuk kepentingan masyarakat atau kepentingan perusahaan? Nursa Dono hanya tersenyum diam.


Berdasarkan data yang didapat, jika melihat perbandingan Peta pada tahun 2009 aliran sungai sebelum dialihkan dan peta tahun 2020 setelah dialihkan diduga pengalihan aliran sungai karena ada penambahan pembangunan mess karyawan PT Djambi Waras Jujuhan.


Tidak hanya itu, dari Verifikasi lapangan juga terungkap bahwa pihak PT Djambi Waras Jujuhan sejak tahun 2014 telah beberapa kali hingga tahun 2023 melakukan pengajuan izin pengalihan aliran air sungai Tukum Kementerian PUPR.


Diberitakan sebelumnya, bahwa PT Djambi Waras yang bergerak di bidang pengolahan hasil komoditi karet yang berada di Kabupaten Bungo, Jambi disinyalir telah mengubah bentangan aliran sungai Tukum. 


Aliran sungai Tukum merupakan aliran sungai yang berada dikawasan operasional PT. Djambi Waras jujuhan.


Dari data dan informasi yang diterima, bahwa pengalihan sungai Tukum oleh PT. Djambi Waras tidak mendapat izin dari Direktur Jendral Sumber Daya Air di Kementarian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).


Surat bernomor PS. 03. 01-Da/971 yang dikeluarkan oleh PUPR merupakan surat tanggapan atas permohonan izin pengalihan sungai Tukum oleh PT. Djambi Waras.


Dalam permohonan pengalihan sungai Tukum itu, ada beberapa poin yang disampaikan oleh PT. Djambi Waras kepada Direktur Jendral Sumber Daya Air di Kementerian PUPR.


Ironinya, dalam surat tanggapan dari PUPR tersebut juga terungkap bahwa PT Djambi Waras telah melakukan pengalihan sungai Tukum sebelum terbit izin sepanjang 750 meter dengan lebar sungai 8-10 meter dan kedalaman sungai 1-2 meter.


Mempertimbangkan hal tersebut, maka permohonan persetujuan pengalihan alur sungai oleh PT Djambi Waras tidak dapat diberikan oleh Direktur Jendral Sumber Daya Air yang dikeluarkan di Jakarta pada tanggal 29 Juli 2021 lalu.


Terkait hal itu, Nursa Dono, pihak PT Djambi Waras saat dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui hal tersebut. Hanya saja, dia mengaku pihak perusahaan selalu mengikuti aturan yang berlaku.


"Saya disini belum lama ya, baru dua tahun, selama saya disini belum ada pengalihan-pengalihan (sungai,red). Kalo manajemen yang lama mungkin saya harus cari tau dulu, tetapi pada intinya kami akan berusaha untuk sesuai peraturan pemerintah," ujarnya, Senin (10/7/2023).


Begitupun kata dia, jika dalam perizinannya ada yang belum klir maka pihak perusahaan selalu berusaha untuk memenuhi perizinan tersebut.


Kemudian merujuk pada pasal 68 hingga 74 undang-undang nomor 17 tahun 2019 tentang sumber daya air secara umum, ditegaskan bahwa perbuatan yang dengan sengaja maupun karena kelalaian oleh perorangan maupun badan usaha dalam merusak SDA dapat berakibat pidana.


Penulis: Redaksi

Posting Komentar untuk "Untuk Kepentingan Pabrik, PT Djambi Waras Jujuhan Akui Dengan Sengaja Alihkan Sungai Tukum"