Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Berbeda dengan Baliho Edi Purwanto, APK Guntur dan Sejumlah Caleg Luput dari Pencopotan Bawaslu



Pemayung.id -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Provinsi Jambi secara serentak melakukan penertiban baliho caleg yang melanggar aturan.


Penertiban ini dilakukan setelah Bawaslu mengimbau dan mensosialisasikan larangan tersebut sesuai dengan imbauan Bawaslu RI kepada partai politik peserta Pemilu.


Mereka diberikan kesempatan sejak tanggal 5 hingga 7 November 2023 untuk menertibkan sendiri baliho yang masih terpasang.


Namun masih banyak yang melanggar sehingga ditertibkan oleh Bawaslu dengan melibatkan bersama jajaran Pengawas Adhoc dan tim gabungan terdiri dari TNI/Polri, Satpol PP, Dispenda/BPPRD dan jajaran KPU.


“Bawaslu Provinsi Jambi sudah mengimbau agar peserta Pemilu dapat menurunkan dan menertibkan alat peraga kampanye yang masih banyak tersebar, dan hanya alat peraga sosialisasi yang diperbolehkan terpasang," ujar Komisioner Bawaslu Provinsi Ari Juniarman.


Bawaslu Provinsi Jambi meminta jajaran pengawas untuk menertibkan atribut alat peraga kampanye sesuai dengan aturan yang berlaku.


“Pastikan seluruh atribut alat peraga kampanye dilakukan dengan rapi dan tidak melakukan pengerusakan, sehingga alat peraga kampanye ini bisa diambil dan dipasang kembali oleh peserta Pemilu,” ucapnya.


Namun dari pantauan di lapangan, tidak semua baliho caleg yang melanggar ketentuan diturunkan, masih ada baliho ataupun billboard berisi ajakan masih terpajang di salah satu titik di Kota Jambi.


Seperti baliho Caleg DPR RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Dapil Jambi, Guntur Muchtar.


Billboard berisi ajakan mencoblos ini hingga pukul 17.30 WIB masih terpampang di jalan lintas kawasan Simpang Rimbo.


Selain itu, terdapat juga sejumlah baliho caleg di seputaran kecamatan Mestong Kabupaten Muara Jambi yang terlihat kokoh terpasang. 


Terkait masih adanya alat peraga kampanye yang masih terpasang, jajaran pengawas tetap akan melakukan penertiban dengan tetap berkoordinasi dengan pihak terkait.


“Jadi tidak ada unsur tebang pilih, dalam melakukan penindakan di lapangan, semua alat peraga kampanye yang memenuhi unsur untuk tetap ditertibkan, dan hanya alat peraga sosialisasi yang masih terpasang,” tukasnya.


Sebelumnya, Bawaslu Muaro Jambi sudah mencopot paksa baliho berukuran besar Edi Purwanto dan Adik Mantan Bupati Muaro Jambi Masnah Busro yang terpasang di billboard.


Pencopotan sendiri dikarenakan kedua Alat Peraga Kampanye (APK) tersebut melanggar aturan.


Sumber: jambione

Posting Komentar untuk " Berbeda dengan Baliho Edi Purwanto, APK Guntur dan Sejumlah Caleg Luput dari Pencopotan Bawaslu"