Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dugaan Korupsi yang Menerpa Para Petinggi Pemerintah Kabupaten Tanjab Barat

 


Pemayung.id -- Kabar teranyar yang datang dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat, sontak membuat tranding topik di tengah masyarakat Jambi. 


Betapa tidak, mulai dari sang Bupati Anwar Sadat, Wakil Bupati Hairan, hingga terbaru Sekretaris Daerah Tanjab Barat yang diperiksa oleh Aparat Penegak Hukum (APH). Para petinggi Tanjab Barat ini dikabarkan terlibat pusaran korupsi di daerah tersebut. 


Pertama, Bupati Anwar Sadat diisukan telah menerima sesuatu atau hadiah dari sejumlah kegiatan dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa di Pemerintahan Kabupaten Tanjab Barat. 


Kabar ini pun sontak langsung ditepis oleh Bupati Anwar Sadat melalui Kabag Hukum Pemkab Tanjab Barat Agus Sumantri. Dikatakannya Bupati dengan tegas menyampaikan bahwa dirinya tidak pernah ikut campur dalam persoalan itu.


Ia juga membantah perihal tudingan yang mengatakan dirinya terlibat dalam pertemuan deal-dealan proyek tersebut. Termasuk memberikan disposisi proyek pada rekanan.


“Seharusnya kalau surat disposisi dari pemerintah, disposisinya pasti di dalam surat. Tapi ini kan pada gambar yang berdar itu disposisinya terpisah. Artinya tidak resmi alias surat gelap,” katanya, kepada awak media belum lama ini. 


Kabar tidak sedap pun kembali menerpa sang Wakil Bupati Tanjab Barat, Hairan. Ia mendatangi Polda Jambi, Senin (30/10/2023) sekitar pukul 10.00 WIB, untuk memenuhi panggilan penyidik. 


Wakil Bupati (Wabup) Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) Hairan, terlihat menggunakan kemeja warna biru. Lalu, hampir 1 jam lamanya Hairan pun keluar dari ruangan Subdit III Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ditreskrimsus Polda Jambi.


Perlu diketahui, Wakil Bupati (Wabup) Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) Hairan datang ke Polda Jambi hanya menandatangani berita acara, bukan untuk diperiksa.


Wakil Bupati (Wabup) Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) Hairan mengatakan, dirinya datang ke Polda Jambi merupakan bentuk kooperatif. Hari ini penjelasan proses tahapan bongkar rumah dinas, dan juga sudah dinilai terkait KPKNL.


"Hanya tanda tangan berita acara, dan menunggu SK Bupati lebih lanjut. Hari ini tidak bisa dibuktiin, kita hari ini prosesnya sudah, dan berita acaranya sudah lengkap," ujar Hairan. 


Pemeriksaan ini terkait sisa material pembangunan rumah dinas Wakil Bupati Tanjabbar. Dalam pemeriksaan Wabup Hairan selama enam jam belum juga keluar dari ruangan pemeriksaan Ditreskrimsus Polda Jambi.


Dirreskrimsus Polda Jambi, Kombes Pol Christian Tory, saat dikonfirmasi membenarkan pada hari ini Wakil Bupati Tanjabbar dipanggil ke Ditreskrimsus Polda Jambi terkait pembangunan rumah dinasnya. 


"Ya benar ada Wakil Bupati Tanjabbar dipanggil pemeriksaan terkait sisa material pembangunan rumah dinas," ujarnya.


Christian menyebutkan, pemanggilan pemeriksaan terhadap wakil bupati Tanjabbar pada Rabu, 27 September 2023 sekitar pukul 10.00 WIB dan hingga sampai sekitar pukul 16.00 WIB sang wakil bupati masih diperiksa.


Tak hanya Bupati dan Wakil Bupati, Sekretaris Daerah Kabupaten Tanjab Barat pun juga diduga terlibat masalah korupsi dan harus memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Negeri Tanjab Barat. 


Nyadur serambijambi.id, Tim Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjab Barat kembali melakukan pemeriksaan terhadap Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tanjab Barat, Ir. H. Agus Sanusi, M.Si, Rabu (08/11/2023).


Hal itu disampaikan oleh Kajari Tanjab Barat, Marcelo Bellah, SH melalui Kasi Intel Kejaksaan, Muhammad Lutfi saat dikonfirmasi serambijambi.id.


Dikatakan Lutfi, bahwa Sekda Tanjab Barat saat ini sedang menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik yang dipimpin langsung oleh Kasi Pidsus.


“Sekda sedang diperiksa sama tim penyidik yang dipimpin Kasi Pidsus. Untuk waktunya belum bisa diperkirakan berapa lama selesainya,” ujar Lutfi singkat, Rabu (08/11/2023) siang.


Diberitakan sebelumnya, Sekda Tanjab Barat kembali dipanggil oleh tim penyidik Kejaksaan Negeri guna dilakukan pemeriksaan serta melengkapi dokumen yang belum lengkap yang diminta oleh tim penyidik.


“Sekda Tanjab Barat diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan Korupsi Pengunaan Anggaran Subsidi dari Pemerintah Kabupaten Tanjab Barat kepada PDAM Tirta Pengabuan Anggaran Tahun 2019 – 2021 yang kini sedang ditangani oleh tim penyidik Kejaksaan Negeri Tanjab Barat. (***)

Posting Komentar untuk "Dugaan Korupsi yang Menerpa Para Petinggi Pemerintah Kabupaten Tanjab Barat"