Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pemkot Jambi Abaikan Nasib Masyarakat dan Lingkungan Demi Kepentingan 'Belaka'

 


Pemayung.id --  Malang nasib warga perumahan Aurduri Kelurahan Aur Kenali, Kota Jambi. Harapan suara atau aspirasi mereka didengar oleh pemerintah daerah sepertinya pupus sudah. 


Betapa tidak disaat warga beramai-ramai melakukan penolakan terhadap stockpile batubara milik PT SAS, Pemerintah Kota Jambi yang diharapkan mereka malah berpihak kepada PT SAS. 


Hal ini terlihat dalam pernyataan Penjabat Wali Kota Jambi, Sri Purwaningsih yang mengaku bahwa pihaknya mendukung penuh PT SAS untuk membangun stockpile di Aur Kenali. 


"Kita ikuti saja, kemarin (Senin, red) sudah ada pertemuan di kantor gubernur," kata Sri, Selasa, (28/11/2023).


Saat ditanya apakah Pemerintah Kota Jambi masih menolak pembangunan stockpile yang akan dibangun PT SAS di kawasan Aurduri, Sri mengaku tidak menolak.


"Pemerintah Kota Jambi tidak menolak PT SAS. Kita bagian dari satu barisan pemerintah. Pemerintah Kota Jambi, Provinsi Jambi dan Pemerintah Pusat itu satu baris," sebutnya seakan tak ada beban. 


"Apabila ada kebijakan dari pemerintah pusat maupun provinsi, kita ikuti. Namun kita punya tugas juga bagaimana kebijakan ini sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Hanya itu," tambahnya.


Sebelumnya penolakan warga perumahan Aurduri Kelurahan Aur Kenali terhadap stockpile batubara PT Sinar Anugerah Sukses (PT SAS) mendapat dukungan anggota DPRD Kota Jambi.


Ketua Komisi II DPRD Kota Jambi, Juneidi Singarimbun mengatakan menolak keras rencana stockpile batubara dikawasan Aur Kenali.


Dia mengatakan keberadaan stockpile memilki dampak negatif bagi masyarakat, apalagi sebut dillokasi tersebut ada intake PDAM.


"Disitukan ada sumber air PDAM apa jadinya nanti kalau berdampingan, apalagi intake berada dibawahnya. Kami komisi II sangat peduli dengan ini" kata Juneidi.


Menurutnya bagaimana sumber air baku PDAM untuk puluhan ribu pelanggan PDAM berada berdampingan dengan stockpile batubara.


Dia  mengatakan, hendaknya para pengambil kebijakan untuk berpikir berkali-kali jangan hanya mementingkan investasi namun mengabaikan masyarakat dan lingkungan.


"Janganla kita selalu berdalih investasi padahal investasi itu tidak berdampak pada perekonomian masyarakat" tegasnya.


Ditegaskannya lebih baik membatalkan investasi, kalau berdampak buruk bagi masyarakat.


Kata Dia penolakan yang dilakukan saat ini sangat tepat sebelum stockpile beroperasi, karena kalau sudah beroperasi sudah sulit membatalkannya.


Junedi mengatakan penolakan masyarakat sangat beralasan, karena dipastikan stockpile batubara akan menghasilkan debu yang akan mengganggu masyarakat.

(***)

Posting Komentar untuk "Pemkot Jambi Abaikan Nasib Masyarakat dan Lingkungan Demi Kepentingan 'Belaka'"