Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pernyataan Pemerintah Tak Sesuai Harapan Warga Kota Jambi



Pemayung.id -- Gas elpiji 3 kilogram seharusnya diperuntukkan dari pemerintah untuk masyarakat miskin di seluruh daerah di Indonesia. Namun tidak tidak untuk Kota Jambi. 


Gas subsidi pemerintah yang seharusnya tidak boleh diperjualbelikan, malah tampak dijual hampir disemua warung yang ada di Kota Jambi. Bahkan tidak sedikit pula para penjual makanan atau pedagang memakai gas elpiji 3 kilogram. Inilah menjadi penyebab susahnya warga miskin Kota Jambi mendapatkan gas melon subisidi pemerintah tersebut. 


Diakui para pedagang warung, mereka mendapatkan stock gas elpiji 3 kilogram dari salah satu agen resmi yang mengantarkan keliling setiap minggunya ke warung mereka. 


"Maaf pak, kami mendapatkan gas elpiji 3 kilogram ini dari seorang agen pakai mobil yang mengantarkannya ke warung kami hampir tiap minggu. Kami pun menjual pertabungnya dengan harga berkisar Rp 35 ribu pertabung," ungkap seorang pemilik warung yang minta indetitasnya disembunyikan. 


Kepada media ini, seorang warga Tehok Kota Jambi mengeluhkan isi atau volume dari gas elpiji 3 kilogram tidak sesuai harapan alias kurang dari takaran yang semestinya. 


"Kami sudah beli mahal Rp 35 ribu pertabung kok malah isinya tidak penuh. Begitu dipasang tampak ampere regulator jarumnya cuma separuh tidak full. Dan ini kerap terjadi. Inilah resiko beli diwarung. Namun apa boleh buatlah mun mencarinya susah," ungkap Ani. 


Sebelumnya Kementrian ESDM menyatakan bahwa menjelang pergantian tahun yang juga dibarengi masa libur akhir tahun, Pemerintah memastikan stok gas elpiji 3 kilogram dan BBM masih aman.


Pernyataan tersebut disampaikan Menteri ESDM Arifin Tasrif saat ditanya mengenai kemungkinan momentum konsumsi tinggi gas elpiji dan BBM terjadi saat menjelang Natal 2023 dan Tahun Baru 2024.


"Stoknya banyak, stok (gas 3kg) cukup. Sekarang juga di atas 400.000 ton cukup untuk 17 hari lebih," kata Arifin seperti dikutip Antara di Jakarta, Senin (11/12/2023).


Arifin juga mengatakan, stok BBM juga aman. Meski begitu, ia mengaku masih harus mengantisipasi kemungkinan adanya antrean pembelian BBM, terutama solar, menjelang Natal dan Tahun Baru.


"BBM aman, kami mengantisipasi antrean solar terutama yang harus kita atur," katanya.


Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga menjamin kesiapan fasilitas dan layanan energi untuk masyarakat menjelang perayaan libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024.


Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra mengatakan, Pertamina Patra Niaga berperan memberikan pelayanan terbaik dan mengantisipasi hal-hal tak terduga terkait pergerakan masyarakat selama masa libur Natal dan Tahun Baru ini.


"Kondisi cuaca menjadi salah satu perhatian utama. Selain itu, pergerakan masyarakat juga akan sangat besar serta terpecah dalam beberapa kegiatan baik melakukan perjalanan mudik, berwisata, merayakan Natal, dan merayakan tahun baru yang tersebar di beberapa titik," ujarnya dalam keterangannya, Senin (11/12/2023).


Sebagai antisipasi pergerakan masyarakat, pihaknya menyiagakan sejumlah fasilitas dan layanan untuk melayani masyarakat selama periode Natal dan Tahun Baru ini.


"Terlepas seluruh persiapan dan layanan tambahan, kami menghimbau kepada masyarakat, demi kelancaran sebaiknya melakukan pengisian BBM secara full tank sebelum berangkat mudik. Lalu, sebelum meninggalkan rumah pastikan agar regulator LPG di kompor gas sudah terlepas, untuk menghindari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan," kata Ega.


Benarkah stock Gas Elpiji 3 Kilogram Aman di Kota Jambi??? 


Posting Komentar untuk "Pernyataan Pemerintah Tak Sesuai Harapan Warga Kota Jambi"