Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Peserta Tak Lulus PPPK Tuding Pemkab Kerinci Curang, Pengakuan Warga Ini Mengejutkan!



Pemayung.id -- Ratusan peserta seleksi PPPK yang tak lulus PPPK dari Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci bersatu menolak hasil tes. Alasannya, hasil tes PPPK itu berbau curang.


Dikutip dari JambiLink.com, mereka lalu menuntut keadilan dan transparansi Pemerintah Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci.


Mereka sepakat menolak hasil tes PPPK, dengan membubuhkan tanda – tangan di spanduk dengan mengambil lokasi eks Kantor Pemda Kerinci, Minggu siang 25 Desember 2024.


“Kita disini telah menanda – tangani kesepakatan bersama menolak hasil tes PPPK Kabupaten Kerinci karena sarat dengan kecurangan,” ujar Koordinator Edios Hendra. Dikutip dari JambiLink


Dia menjelaskan, adapun kejanggalan dalam hasil tes PPPK Kabupaten Kerinci diantaranya :


1. Panitia tidak mengumumkan hasil pengumuman yang transparan.


2. Ditemukan peserta yang nilainya rendah, tapi lulus.


3. Ditemukan peserta yang lulus masa honornya jauh di bawah yang dinyatakan tidak lulus.


4. PPPK yang lulus penyandang disabilitas adalah orang yang sehat secara rohani dan jasmani. Sedangkan, peserta disabilitas tidak lulus.


5. Peserta yang sudah masuk kategori K2 dinyatakan tidak lulus, padahal peserta tersebut adalah prioritas.


“Banyak lagi kejanggalan dan kecurangan lainnya. Kita sudah sepakat akan melakukan demo dalam waktu dekat ini, menuntut keadilan dan memberantas kezoliman dalam penentuan kelulusan PPPK ini,” ujarnya.


Selain akan melakukan demo, katanya, juga akan melaporkan kecurangan – kecurangan dalam penentuan kelulusan PPPK kepada Ombudsman, Pemerintah Provinsi Jambi, Kemenpan hingga presiden.


“Kita jangan takut, dibelakang kita ada dari birokrat, Dewan hingga pusat. Kita akan laporkan persoalan kecurangan dan kezoliman,” tegasnya.


Sementara itu, peserta PPPK Kota Sungai Penuh Mira juga mengungkapkan sama. Peserta PPPK Kota Sungaipenuh juga merasa dicurangi dan banyak kejanggalan – kejanggalan yang terjadi.


“Kita bergabung dan sama – sama berjuang untuk keadilan dan transparansi dalam seleksi PPPK,” ujarnya.


Peserta PPPK Kota Sungai Penuh lainnya juga mengatakan sama.


“Kita sama – sama berjuang untuk keadilan dan transparansi, kami dari Kota Sungaipenuh juga akan menggelar demo secara bersama dengan Kabupaten Kerinci,” ujarnya. 


Tak hanya itu saja, pengakuan  mengejutkan terkait adanya dugaan main mata (kecurangan) atas hasil seleksi PPPK di Kerinci juga disampaikan oleh salah satu peserta yang minta indetitasnya disembunyikan. Ia mengaku hasil tes PPPK Kabupaten Kerinci tidak murni alias adanya permainan yang dilakukan Pj Bupati Kerinci, Asyraf. 


"Memang di Kerinci itu kalau ada penerimaan pegawai negeri maupun tenaga honorer selalu identik dengan uang, tak ada uang jangan harap kita mau lulus tes," ungkapnya kepada media ini, Senin (25/12/2023). 


Bahkan ia tidak segan menyebutkan angka atau nominal harga pasaran untuk siapa yang hendak menjadi tenaga honorer atau pegawai negeri di Kerinci. "Kisaran sampai Rp 40 juta hingga Rp 60 juta, nah kalau tak ada uang segitu jangan harap bisa lulus," bebernya. 


Lebih lanjut dirinya mengharapkan agar pemerintah pusat peka terhadap adanya kecurangan di Kabupaten Kerinci khususnya. Karena menurutnya, jika terus dibiarkan seperti ini maka tidak ada mendapatkan SDM yang maksimal, "karena semuanya berbau uang diawal maka tidak menutup kemungkinan korupsi akan terus terjadinya di lingkungan pemkab Kerinci," tutupnya. 


(**/)

Posting Komentar untuk " Peserta Tak Lulus PPPK Tuding Pemkab Kerinci Curang, Pengakuan Warga Ini Mengejutkan!"