Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Warga Mestong Keluhkan Sikap Pemkab Muaro Jambi yang Tak Perduli Nasib Mereka

 


Pemayung.id -- Warga Desa Sungai Landai, Kecamatan Mestong Kabupaten Muarojambi, mengeluhkan hancurnya kondisi infrastruktur jalan di tempat mereka.


Selain tidak adanya perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Muarojambi, kian memburuknya kondisi jalan di dua dusun yakni Sungai Jerat dan Plangki ini disebabkan oleh banyaknya kendaraan bertonase besar (mobil tronton) yang melintas setiap hari. 


Tak tanggung-tanggung, dikatakan warga hampir ratusan mobil tronton melintas tanpa henti ditengah permukiman warga dengan bermuatan material untuk pembangunan jalan tol Tempino - Betung sesi 3. Hal inilah menjadi penyebab hancurnya kondisi jalan penghubung antara dua dusun di Desa Sungai Landai, Mestong. 


Bahkan, kondisi jalan pada saat ini membuat aktivitas mereka menjadi terhambat. Selain adanya lobang lobang besar, lalu lalangnya mobil tronton pembawa material pembangunan jalan tol tersebut membuat permukaan badan jalan menjadi hancur lebur dan licin. 


"Boleh lah di cek langsung ke Desa Sungai Landai tepatnya di dusun Sungai Jerat dan Plangki. Hampir belasan kilometer kondisi jalan kami menjadi hancur dan licin. Kami pun kebingungan mau melintas jangankan motor, mobil pribadi saja sekarang sulit untuk melintas," ungkap Ari, seorang warga Sungai Jerat. 


Ari menyebutkan bahwa telah berulang kali warga meminta kepada pihak pembangunan jalan tol yakni PT Hutama Karya (HK) untuk bertanggungjawab agara memperbaiki infrastruktur jalan di pemukiman mereka, sayangnya tidak pernah digubris. 


"Kondisi jalan kami sudah parah, namun sejak adanya pekerjaan jalan tol ini jalan pemukiman kami menjadi semakin parah. Bahkan suara kami pun tidak pernah di gubris oleh HK (Hutama Karya)," terangnya. 


Hal senada juga disampaikan Susi, warga Dusun Plangki. Ia sangat terpukul melihat kondisi jalan tepat di depan rumahnya, jalan yang hancur dan berlobang serta licin membuat kendaraan pribadinya susah keluar rumah. 


"Sejak adanya pembangunan jalan tol mobil saya susah mau keluar rumah. Selain berlobang besar, tanah permukaan jalan pun sangat licin. Saya juga kasihan melihat warga lainnya, mereka bahkan ada yang terpeleset saat melintas menggunakan sepeda motor," ucapnya. 


Warga juga mempertanyakan keberadaan Pemkab Muarojambi dan Pemerintah Desa Sungai Landai. Mereka menganggap pemkab dan pemdes Sungai Landai hanya memikirkan kepentingan pembangunan jalan tol tetapi tidak sama sekali memikirkan nasib para rakyat kecil. 


"Saya pun heran melihat pemerintah desa dan pemkab Muarojambi, mereka seakan tidak perduli dengan keadaan jalan dusun kami. Boleh datang kesini siapa yang mau melihat kondisi jalan tempat kami, maka akan disambut dengan jalanan yang licin dan berlobang," ucap Ani, warga Sungai Landai lainnya. 


Hingga saat ini tidak ada keterangan resmi dari pemerintah daerah, bahkan pemerintah desa Sungai Landai pun terlihat bungkam melihat keluhan warga. Lebih lanjut, warga pun mengancam akan memblokir akses jalan di dusun mereka apabila tidak ada perbaikan seperti yang diharapkan. 


(Wandi)

Posting Komentar untuk "Warga Mestong Keluhkan Sikap Pemkab Muaro Jambi yang Tak Perduli Nasib Mereka"