Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kisah Peneliti Asing Berjumpa Makhluk Mirip Manusia di Taman Nasional Kerinci Seblat



JAMBI -- Sekelompok peneliti asing bercerita bahwa mereka bertemu dengan makhluk mirip manusia di hutan Sumatra, Indonesia.


Makhluk tersebut dikelompokkan sebagai bagian dari spesies primata besar dan misterius yang juga muncul di beberapa wilayah belum terjamah negara lain.


Peneliti yang menelusuri keberadaan makhluk itu mencatat ada empat titik potensial untuk kehidupan yang belum ditemukan, yakni Brasil, Indonesia, Madagaskar, dan Kolombia. Mereka menilai negara-negara ini kaya akan spesies yang belum dipelajari secara menyeluruh oleh para peneliti.


Makhluk misterius ini disebut Orang Pendek, yaitu kera berkaki dua mirip manusia yang dikabarkan berkeliaran di Pulau Sumatra, Indonesia, dengan penampakan yang dilaporkan oleh penduduk setempat, fotografer, dan peneliti Barat.


Seorang fotografer satwa liar lepas, Jeremy Holden mengaku pernah melihat makhluk tersebut dengan matanya sendiri di Sumatra pada Oktober 1994.


Holden mengatakan, pertemuannya ini dengan makhluk itu terjadi tepat di dalam hutan di dalam Taman Nasional Kerinci Seblat, tempat orang-orang yang juga pernah melaporkan telah melihat Orang Pendek.


"Makhluk itu mungkin lewat sekitar 7 meter dari saya," ujar Holden kepada Live Science, dikutip Selasa (30/1/2024).


"Mereka berjalan dengan dua kaki. Kepalanya membelakangi saya seolah-olah sedang mendengarkan mungkin pemandu saya di belakang," ujar dia.


Holden mengatakan, Orang Pendek memiliki tingginya sekitar 1,5 m, bertubuh kekar, dan ditutupi rambut warna kekuningan seperti "rumput mati". Namun, ia mengaku tidak mengambil foto karena tidak ingin makhluk itu mendengar bunyi kamera dan melihatnya.


"Saya tetap diam karena ada banyak emosi yang melintas di benak saya saat itu, tapi salah satu emosinya adalah ketakutan," tuturnya.


Hewan yang paling dekat dengan apa yang dia lihat adalah siamang. Namun, dia memastikan tidak mungkin salah melihat jika itu benar siamang.


Holden sedang berwisata saat ia melihat Orang Pendek pada 1994. Pada 1995, ia mulai mencari bukti Orang Pendek dengan serius dalam proyek penelitian tiga tahun yang didanai oleh Fauna & Flora International (FFI), badan amal konservasi yang berbasis di Inggris.


Holden mengatakan dia terus mencari Orang Pendek sejak proyek penelitian FFI berakhir. Meski gagal memotret Orang Pendek, ia telah menemukan spesies yang sebelumnya tidak diketahui sains, termasuk Nepenthes Holdenii, yaitu sebuah spesies tumbuhan karnivora sejenis kantong semar.


Meski belum juga ketemu faktany, Orang Pendek memiliki peluang untuk menjadi penemuan terbaik dari semua primata misterius, menurut "The Field Guide to Bigfoot and Other Mystery Primamates" (Anomalist Books, 2006).


Penulis buku itu, Loren Coleman, sekaligus pendiri dan direktur International Cryptozoology Museum di Maine, menilai Orang Pendek akan sulit ditemukan, meskipun ia merasa itu merupakan makhluk yang paling ingin ia cari jika memiliki dana tak terbatas.


Kendati begitu, para pakar menganggap penemuan Orang Pendek akan sulit direalisasikan karena Sumatra sudah menjadi rumah bagi orang utan. Primata kemerahan ini hidup di pepohonan, dan wilayah jelajahnya di Sumatra bagian utara mirip dengan tempat tinggal Orang Pendek di Sumatra bagian tengah.


"Tampaknya di mana orang utan hidup, hampir tidak ada cerita tentang mereka [Orang Pendek]," kata seorang profesor biologi primata di Liverpool John Moores University Inggris, Serge Wich, yang meneliti orang utan di Sumatra.


Wich menyatakan bahwa kisah tentang Orang Pendek adalah tentang orang utan yang dulunya hidup di selatan, jauh sebelum jangkauan mereka terbatas di utara.


Sumber artikel: CNBC Indonesia

Posting Komentar untuk "Kisah Peneliti Asing Berjumpa Makhluk Mirip Manusia di Taman Nasional Kerinci Seblat"