Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pesta Demokrasi di Jambi Tercoreng, Benarkah KPU dan Bawaslu Berani Tindak PPK Melanggar Sumpah?



JAMBI -- Pesta demokrasi di Jambi yakni Pemilihan Presiden dan Pemilihan Calon Legislatif (Caleg) yang baru saja digelar secara serentak kembali tercoreng. 


Betapa tidak, hal memalukan yaitu adanya penggelembungan suara caleg DPR RI Partai Demokrat nomor urut 8, Syamsurizal, terbukti terjadi di Kabupaten Tebo tepatnya di Kecamatan Tengah Ilir dan Kecamatan Sumay. 


Bahkan semua jajaran Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Tengah Ilir dan Kecamatan Sumay bakal diproses oleh dua lembaga penyelenggara dan pengawas pemilu.


Dilansir dari Jambi independen, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tebo akan tegas memproses dugaan pelanggaran pemilu yang mengaitkan caleg DPR RI dari Partai Demokrat ini. 


KPU akan menelusuri terkait pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu soal adanya penggelembungan suara yang terbongkar dalam rapat pleno tingkat kabupaten.


Sedangkan Bawaslu Tebo bakal melakukan pemeriksaan terkait pelanggaran pemilu. Nantinya jika ada unsur pidana ditemukan, bakal dilimpahkan ke penegak hukum.


Ketua KPU Tebo, Atiul Fuadiyah mengatakan penggelembungan suara ini diketahui saat disanggah saksi Partai Gerindra saat perhitungan suara.


Dia menerangkan atas temuan itu, KPU Tebo bakal memeriksa PPK Tengah Ilir dan Sumay terkait etik.


"Sesuai Kpt (Keputusan, red) dan PKPU, kita akan tetap menindak lanjuti minta klarifikasi dari PPK dan itu nanti kita kaji dengan kode etik penyelenggaraan pemilu," ujar Atiul, Senin (04/03/2024). 


Atiul mengaku belum mengetahui siapa oknum PPK dalam persoalan penggelembungan suara tersebut.


Sementara itu, Ketua Bawaslu Tebo Paridatul Husni menegaskan temuan tersebut akan ditindak lanjuti.


Paridatul mengungkapkan pihaknya menemukan adanya penggelembungan suara itu sesudah pleno kecamatan.


"Di dalam pleno, mereka sudah sinkron. Tetapi ketika D hasil di print maka ada perselisihan antara pleno dengan hasil yang diprint," ujarnya.


Adapun penggelembungan suara yang terbongkar dalam rapat pleno KPU Kabupaten Tebo terjadi pada Caleg DPR RI nomor urut 8, Syamsurizal.


Di Kecamatan Tengah Ilir, perolehan suara dalam D Hasil sebanyak 2.967. Setelah dihitung ulang dalam pleno kabupaten suara yang diperoleh hanya 534. Terjadi penggelembungan suara sebanyak 2.433 suara.


Kemudian di Kecamatan Sumay, perolehan suara dalam D hasil sebanyak 2.481 suara. Setelah dihitung ulang hanya memperoleh sebanyak 1.157 suara. Dengan demikian adanya penggelembungan suara sebanyak 1.324 suara. *

Posting Komentar untuk "Pesta Demokrasi di Jambi Tercoreng, Benarkah KPU dan Bawaslu Berani Tindak PPK Melanggar Sumpah?"